Analis Sebut Potensi PGEO Menjanjikan Setelah Masuk Indeks LQ45 – Fintechnesia.com

FinTechnesia.com | Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penilaian kembali Index LQ45. Posisi indeks paling prestisius itu berubah mulai 1 Februari 2024. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) masih indeks tersebut.

Staf Bidang Ekonomi, Industri, dan Global Markets Bank Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto mengatakan, energi baru dan terbarukan (EBT) cukup menjanjikan karena menjadi bisnis masa depan. Sejalan target pemerintah merealisasikan green economy dan zero carbon, Myrdal menilai, PGE memiliki prospek yang bagus.

Emiten berkode saham PGEO memiliki karena memiliki lini bisnis di bidang EBT. “Performa bisnis PGEO saya lihat baik dari tahun lalu. Ini kalau kita lihat dari 2022 juga berkesinambungan. Perkembangan dari ekspansi bisnis cukup kuat, terutama eksplorasi sumber energi baru dan hijau,” ujar Myrdal, Kamis (1/2).

Di sisi lain, pergerakan saham PGEO juga sangat menarik, karena bertahan di level tinggi. Menurut Myrdal, pada tahun lalu pergerakannya stabil di atas Rp 1.000 dan cenderung akan menuju ke angka Rp 1.600 per lembar saham. 

Baca juga: Sentimen Saham EBT, PGEO Resmi Masuk Jadi Anggota Indeks LQ45

“Apalagi kondisi pasar global yang cukup kondusif pada penurunan suku bunga Federal Reserve System (The Fed). Selain itu, masuknya PGEO ke Indeks LQ45 membuatnya menjadi saham yang benefit dan tentunya akan menambah kepercayaan bagi investor global untuk masuk ke PGEO,” jelas Myrdal.

Menurutnya, LQ45 merupakan kelompok saham prestisius yang memberikan keuntungan bagi investor. Masuknya PGEO ke dalam indeks ini meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor global terhadap PGEO.

Hal ini membuka peluang bagi PGEO untuk menarik lebih banyak investor dan meningkatkan pendanaan, sehingga memperkuat posisi PGEO dalam mengembangkan energi panas bumi dan berkontribusi pada transisi energi nasional.

Baca Juga  Belum Maksimal di MotoGP, Fabio Quartararo: Mesin Yamaha Lambat

Meski demikian, Myrdal melihat PGEO memiliki kebutuhan ekspansi yang cukup kuat. Namun, iklim suku bunga global dan nasional sulit turun karena ketidakpastian kebijakan The Fed dalam menurunkan suku bunga acuan global.

“Jika ke depan melakukan ekspansi maka harus konsisten mendorong bisnis green economy, misalkan geothermal, hidro, atau cahaya. Karena PGEO kepanjangan pemerintah dan kita harapkan untuk tetap fokus on track,” katanya. (kai)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *